Daftar Isi

Inilah Kunci Acer Gaet Pengguna di Indonesia


President Director Acer Indonesia, Jason Lim mengungkapkan strategi Acer memperoleh peringkat pertama di pasar Indonesia. Berbagai hal mesti diperhatikan, mulai dari kecepatan mengeluarkan produk hingga menjawab permintaan-permintaan pasar.

Jason mengatakan, bagi Acer, satu poin kunci yang membuatnya berhasil di Indonesia adalah selalu menjadi yang pertama menghadirkan produk inovatif. "Misalnya, Acer yang pertama menghadirkan ultrabook tertipis," kata Jason kepada Okezone, di Denpasar, Senin malam.

Ultrabook pertama yang dihadirkan Acer adalah Aspire S3 yang memiliki ketebalan 17 milimeter di bagian paling tebalnya. Kemudian berturut-turut, vendor asal Taiwan ini mengeluarkan ultrabook Aspire S5 dan S7.

"Ketika windows menghadirkan sistem operasi terbaru, maka kami menghadirkannya juga. Bukan hanya dalam satu produk tapi full product line. Kami berusaha menghadirkan yang terbaru untuk pelanggan," jelas Jason.

Selain berupaya menjadi yang pertama dalam menghadirkan suatu produk, Acer juga mengungkap pentingnya memperhatikan permintaan pelanggan dan after sales service.

Caranya adalah melalui teknologi yang sederhana dan mudah dipahami. Filosofi Acer adalah empowering between people and technology, sehingga membuat orang bisa menggunakan teknologi dengan mudah.

"Untuk membuat teknologi jadi lebih sederhana, ada banyak yang kami lakukan. Misalnya pada hari ini kami memperkenalkan produk Windows 8. Kami memasukkan Acer Ring dalam produk kami. Ini membuat pengguna bisa menggunakan 5 jari untuk mengeluarkan semua shortcut, sehingga jadi lebih mudah," papar Jason.

Kemudian juga terdapat teknologi instant on dan instant connect yang mempermudah penggunaan laptop. "Kapanpun membuat produk, kami perlu juga melihtat bagaimana produk itu bisa membuat customer senang," pungkasnya.

Satu lagi yang tidak kalah penting adalah soal after sales service. Menurut Jason, Acer telah memiliki 33 pusat layanan di Indonesia. Dengan cara ini, pengguna bisa memperoleh bantuan ketika produk yang digunakannya bermasalah. Kemudian mereka juga membentuk sebuah tim digital communication yang membantu edukasi pelanggan mengenai asal masalah kerusakan perangkatnya.

"Soal mesin kami punya digital communication teams untuk edukasi pengguna, karena kadang kerusakan itu bukan hanya hardware tapi juga mungkin karena hal lain seperti software," papar Jason. 


Sumber
Artikel Terkait


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Learning.com di inbox anda:


0 komentar:

Poskan Komentar