Daftar Isi

Google Apresiasi Seni Jalanan dengan Chrome Open Spaces


JAKARTA - Mendukung kreativitas seni jalanan yang diwujudkan melalui sentuhan digital, Google Indonesia memperkenalkan Chrome Open Spaces.

Raksasa mesin pencari ini mengumumkan platform baru untuk berkarya, memungkinkan bagi penggunanya untuk membuat karya seni lukisan atau gambar dengan tools yang disediakan Chrome Open Spaces.

"Ini sophisticated, tetapi simple. Disitu ada option seperti create serta upload your content and creativity," kata Krishna Zulkarnain Country Marketing Manager Google Indonesia, Jumat (5 Oktober 2012).

Melalui situs www.openspaces.co.id, pengguna dapat menjelajahi kreativitas dan memamerkan karya digital painting buatannya ke publik. "Kami mendorong dan mengajak orang untuk berkreasi," tambahnya.

Ia mengatakan, diperlukan login untuk dapat mengakses Chrome Open Spaces. Platform ini juga memungkinkan sebagai wadah bertemunya kreator seni dengan para penikmat seni lukis maupun gravity art.

"Kita mau create di platform, lalu mereka (pengguna) bisa ketemu dengan audiens-nya. Ini salah satu campaign tentang menggabungkan pencipta seni dan orang-orang untuk dapat melihat karya tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, platform ini selain sebagai wadah untuk mempertemukan komunitas artist dan apresiasi dari khalayak, juga memungkinkan bagi pencipta seni untuk nantinya dapat memajang gambar ciptaannya ke beberapa dinding yang ada di tempat umum.

Dinding tersebut yang ada di wilayah Jakarta dan Bandung, melalui proses seleksi dari jumlah voters terbanyak. "Tujuan kami, setelah seleksi art work ini, dapat mewujudkan hasil karya dari Indonesia dan untuk Indonesia. Ini bisa menjadi kebanggaan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, Chrome Open Spaces terinspirasi, dari kebudayaan seni di Indonesia. "Banyak seni dari Indonesia. Dalam hal ini, bagaimana teknologi dari Google bisa membantu hal itu," terangnya.

Sanchia Hamidjaja, Professional Graphic Illustrator yang mendemonstrasikan Chrome Open Spaces menuturkan, platform ini bisa menjadi media baru untuk berekspresi secara digital.

Paling tidak, ini bisa dijadikan sarana yang aman dan nyaman untuk berkreasi, ketimbang street art jalanan yang mungkin identik dengan aksi corat-coret dinding, di mana ide dituangkan pada media yang tidak tepat, serta kondisi terik matahari di luar ruangan yang bisa mengganggu sang kreatornya.

"Mungkin, apa yang orang gak bisa bikin di kanvas, bisa di media digital ini. Tujuan ini kan, nantinya bisa dijadikan dari digital ke media yang real," pungkas Sanchia.



Sumber: okezone.com
Artikel Terkait


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Learning.com di inbox anda:


0 komentar:

Poskan Komentar