Daftar Isi

Internet Bisa 'Selamatkan' Bahasa


CALIFORNIA - Diperkirakan sekira separuh dari 7 ribu bahasa di dunia ini, terancam akan menghilang dari penggunaannya di akhir abad ini. Tapi berkat maraknya penggunaan jejaring sosial dan internet, bahasa yang terancam punah dapat terselamatkan.

Bahasa dianggap terancam punah oleh adanya perubahan kebudayaan, rasa minder sebagai etnis minoritas dan tekanan dari pemerintah. Namun dengan teknologi saat ini, memungkinkan banyak bahasa untuk meningkatkan pendengar membangun kembali kehadirannya lewat YouTube, media sosial seperti Facebook dan Twitter, serta pesan teks.

Sebagai bagian dari proyek untuk menyelamatkan ribuan bahasa kuno dari kepunahan, ahli bahasa telah meluncurkan delapan 'talking dictionaries'. Kamus digital ini menampilkan lebih dari 32 ribu kata-kata tertulis dan 24 ribu rekaman audio yang diambil dari lingungan asli bahasa  itu di sudut terpencil di dunia.

"Anda dapat memiliki bahasa yang digunakan oleh 50 atau 500 orang hanya di satu lokasi. Kini melalui teknologi digital, maka bahasa dapat mencapai suara global," ujar David Harrison dari Swarthmore College di Philadelphia, seperti dilansir Telegraph, Senin (20/2/2012).

Menurutnya, komunitas bahasa yang terancam punah dengan mengadopsi teknologi digital dapat membantu keberadaannya dan membuat bahasa itu terdengar di seluruh dunia merupakan efek posifit dari globalisasi.

Beberapa bahasa yang ada di kamus ini adalah Matukar Panau, sebuah bahasa laut dari Papua Nugini yang saat ini hanya digunakan oleh 600 orang. Meskipun tidak pernah memiliki pengalaman dengan internet, tapi masyarakat meminta bahasa mereka untuk ada di web.

Selain itu juga ada bahasa yang terancam punah lainnya, seperti Chamacoco dari gurun terpencil di utara Paraguay, Remo dan Sora


Artikel Terkait


Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Learning.com di inbox anda:


0 komentar:

Poskan Komentar